Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya

Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya

Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya

Cerita Seks – Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya ini merupakan pengalaman yang kualami saat diriku pertama kali melakukannya, saat intu aku sedang berada di kost-kostan yang ada di dekat rumahku. Saat itu usiaku masih terbilang di bawah umur, karena baru masuk 16 tahun. Namaku Sutandi, ayahku adalah seorang pengrajin kayu yang cukup terkenal di sekitaran rumahku. Ayahku memiliki beberapa kos-kosan, salah satunya yang berada dekat dengan rumahku, di sana yang menarik adalah salah seorang penghuni kostnya yang bernama Yuli. Dari semua penghuni kost dia lah yang paling cantik, umurnya saat ini 21 tahun orangnya terbilang ramah dan welcome, aku sering diundang masuk ke kamarnya hanya sekedar menemani dia menghabiskan jajanan yang dia beli. Lama-lama aku jadi menyukainya, bentuk tubuhnya sangat mempesona dan proporsional

Dia suka sekali memeluk diriku, mungkin karena aku chubby dan rada polos orangnya. Aku pasrah di dalam pelukan gemasnya padahal aku juga merasakan betapa kenyal dadanya yang menghimpit erat tubuhku. Pernah suatu ketika aku karena nafsu, kupeluk dan kutanamkan kepalaku di dada montoknya sembakri kugeleng2kan kepala, reaksinya hanya tertawa. Orolan pun berlanjut,

“mbak Yuli, udah punya pacar belum..?”

“Belum, Ndi.. Tumben nanya-nanya, enggak biasanya..”

“Kan kalo udah gede punya pacar…” kataku menggodanya. Dia hanya membaklas dengan senyum. Hari ini memang terasa sangat special, mbak Yuli hanya mengenakan kaos t-shirt longgar dan panjang tanpa memakai celana, pahanya yang putih mulus membuatku menelan ludah, memang hari ini dia sedang libur dan berencana membereskan kamarnya, ketika dia meletakan sesuatu di atas lemari T-shirtnya tertarik ke atas sehingga aku bisa celana dalamnya yang berwarna putih polos dengan bongkahan pantat yang padat dan montok sekali. Tidak tahan aku rasanya ingin melihat mbak Yuli telanjang bulat. Saat sedang asyik berhayal aku dikagetkan oleh suara handphonenya, seperti biasa dia tak pernah mengangkat telepon di depanku, pasti dia keluar kamar. Awalnya aku memang tidak curiga.

Hal ini membuatku sebal dan curiga, akhirnya mbak Yuli masuk lagi ke kamar.

“Ndi, maaf ya.. mbak mau pergi dulu. Lupa mbak hari iniada janji..”

“Siapa sih mbak yang telpon, penting ya…?”

Aku berusaha untuk menahan dia agar tidak pergi.

“Hmm… mau tau aja kamu Ndi, yang jelas dia penting buat mbak. Kalo enggak penting, mana bisa mbak tidur di kost mewah kayak gini..” dia tertawa kecil.

Aku tidak mengerti maksudnya. Pertemuan hari ini hanya sampai di situ, aku diusir secara halus oleh mbak Yuli. Aku menunggunya di depan rumah kost. Sekedar ingin tahu ia mengenakan baju apa. Perlahan dia melangkah keluar kost, dengan senyuman manis, rambut panjangnya yang berwarna hitam dikuncir, celana panjang jeans berwarna gelap, ketat memperlihatkan pahanya yang berisi, dan bokongnya yang padat. Dia memakai kaos putih, berdada rendah memperlihatkan payudaranya yang membusung, BH yang dikenakannya adalah BH yang mengait dileher, sehingga aku dapat melihat jelas warna tali bra nya yang berwarna merah muda. Seksi sekali penampilannya saat itu.

“Bye, Ndi..mbak pergi dulu..” Ia menyapa sembakri jalan meninggalkanku.

Semakin aku nafsu saja. aku tau pasti kebiasaan mbak Yuli, dia orangnya pelupa. Jadi kunci kamarnya selalu diletakkan di bawah pot dekat kamarnya. Setelah kuambil, aku pun masuk menggunakan kunci tadi, di dalam kamarnya aku hanya bisa tersengal-sengal, jantung rasanya sudah tidak karuan, takut sekali. Bagaimana jika nanti ketahuan aku berada di kamarnya, pasti aku diinterogasi. Pikiran itu segera hilang saat kutemukan celana dalam yang tadi dipakai oleh mbak Yuli. Aku langsung mengambil celana dalam itu, kuendus-endus pas pada bagian vaginanya. Memang agak berbau amis bercampur pesing. Kain di sekitar selangkanganya agak basah mungkin keringat. Wah aku semakin gila dan semakin tidak tahan. Segera aku masuk ke dalam lemari pakaiannya dan kucium celana dalamnya sambil aku kocok penisku hingga tanpa sadar aku pun tertidur lemas di sana.

*krreekkkk…*

Suara pintu terbuka membakngunkanku dari tidur.

“Loh kok nggak kekunci, tadi perasaan Yuli udah kunci deh..”

Sayub-sayub suara Yuli terdengar. Aku jadi gelagapan takut ketakukan.

“Dasar kamu Say, cantik-cantik kok pelupa..” terdengar suara seorang laki-laki, aku sangat mengenal suara itu, mirip suara ayahku. Perasaan takutku berubah seketika. Aku jadi curiga dengan apa yang dilakukan ayahku di kamar mbak Yuli.

“Iiih iya kuncinya masih di dalam, Om.. aaaahaa…om.. Slurrrrp…”

Aku mendengar suara mbak Yuli mendesah.

“Aaaahhh. ooohh… Om…”

“Yuli sayang.. slurrrp… slurrp,….”

Aku semakin penasaran dengan apa yang kudengar, aku berusaha mencari celah untuk melihat kejadian di luar. Aku buka resleting lemari yang terbuat dari kain itu sehingga bisa melihat keluar. Betapa kagetnya aku saat melihat adegan Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya ini di depan mataku. Ternyata mbak Yuli sedang dicumbu oleh ayahku. Ayahku dengan ganasnya menciumi bibir mbak Yuli, ia hanya bisa pasrah saja. Tangan besar ayah meremas-remas payudara mbak Yuli.

“Yuli kamu wangi sekali..” erangan ayahku saat dia menghisap-hisap leher mbak Yuli.

“Om… aaahhh…”

Aku melihat mbak Yuli tampak menikmati setiap kecupan ayah, jujur aku sangat marah bagaimana mungkin orang yang selalu aku hormati melakukan perbuatan tak senonoh seperti itu. Aku sempat hampir kalap ingin segera kulabrak mereka, tetapi niat itu kuurungkan, karena aku juga ternyata mulai menikmati adegan Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya yang berjalan secara langsung di depan mataku. Dengan kasar ayah menyingkap t-shirt mbak Yuli, sehingga sekarang yang tampak adalah BH yang membungkus payudara indahnya, ayah mulai melepaskan kemejanya begitu jari lentik mbak Yuli melepaskan benik-benikya, sembari terus menyambar dan menghisap bibir ayah, mbak Yuli mengelus-ngelus dada penuh bulu milik ayah. Aku semakin penasaran saja, kejadian erotis apa yang akan terjadi, ciuman itu membuat mereka saling berpagutan beberapa menit.

Tiba-tiba mbak Yuli mendorong ayahku hingga tersungkur di kasur.

Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya

Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya

“Om, liat Yuli yah…” Ia mulai meliuk-liukkan tubuhnya setelah menyalakan musik di hp nya. Ternyata mbak Yuli menyuguhkan tarian erotisnya aku semakin tidak sabar saja. Dengan liukan tubuhnya yang sintal, mbak Yuli mulai membuka celana jeans nya. Hingga dia hanya menggunakan BH yang mengait di leher dan celana dalam berwarna hitam transparan. Walaupun suasananya agak redup, aku masih bisa melihat jelas betapa seksinya mbak Yuli.

Dengan gemulai mbak Yuli mulai meraba-raba seluruh tubuhnya dengan tangannya sendiri. Dan sedikit-dikit dia remas payudaranya sendiri dengan lembut, dihimpitkan kedua belah payudaranya, membuat tubuhku juga tubuh ayah semakin terpompa adrenalinnya, wajahnya yang cantik dan putih agak semu kemerahan mungkin akibat pengaruh alkohol dengan lihainya menunjukan mimik sensual sekali. Terkadang mbak Yuli menjilat bibirnya yang sudah terpoles lip-gloss sehingga tampak basah dan ingin segera dihisap. Mbak Yuli kini membelakangi ayah, dengan erotisnya dia mulai membuka BH dan membungkuk sehingga pantatnya memperlihatkan vaginanya yang mengembul dan kenyal. Montok sekali vaginanya, kembali dia menghadap ayah dan memang luar biasa, payudara yang selama ini sangat ingin kudekap terlihat sangat menggiurkan. Bentuknya membulat penuh dan kenyal sekali, putingnya nampak imut sekali. Aku juga melihat jejak-jejak kecupan ayah dan remasannya di seluruh tubuh mbak Yuli.

“Om udah nggak tahan, sayang sini…” Ayah menarik tangan mbak Yuli dengan cepat. Mbak Yuli sempat kaget dan terjatuh, Dia segera menangkap tubuh mbak Yuli dan mengarahkan jatuhnya sehingga payudaranya yang kenyal itu menghujam terlebih dulu ke mukanya. Dihisap nya pentil mbak Yuli dengan ganas. Tangan kanan ayah mulai menuju pantat mbak Yuli, diremas-remasnya pantat kencang tersebut, aku melihat muka mbak Yuli yang semakin terangsang. Ayah lalu melorotkan celana dalam hitam mbak Yuli sehingga kini mbak Yuli sudah dalam kondisi bugil.

Mulut dan tangan ayah terus menghisap setiap jengkal tubuh sintal mbak Yuli.

“Yuli, kamu enak banget…” Ayah terus meracau sembari menikmati setiap jengkal tubuhnya. Tangan mbak Yuli dengan sigap membuka celana ayah. Aku sempat terkejut dengan barang milik ayah. Hitam dan besar mengacung di perut mbak Yuli, dipegang dan dikocoknya penis ayah. Ditariknya pantat mbak Yuli, dari posisi mbak Yuli berada di atas kini pantatnya berada tepat di atas kepala ayah. Kulihat mbak Yuli dengan lihainya mengocok-ngocok penis ayah dan dimasukan kedalam mulut. Mbak Yuli tampak menikmatinya ketika dia menggosokkan bibir manisnya di penis hitam ayah. Ayah pun tampak luar biasa girangnya, terpampang dihapannya sebuah vagina yang sangat-sangat indah. Aku bisa leluasa melihat karena memang posisi lemari tepat persis di belakang kasur. Vaginanya berwarna merah merekah, bentuknya gemuk dan mengembul keluar. Langsung dihisap-hisap lubang kebahagiaan milik mbak Yuli, sembari dia geleng-gelengkan kepala. Mereka benar-benar sangat terangsang sehingga suasana semakin memanas membuat cerita seks ayahku dengan penghuni kostnya ini terus bergairah.

Kini mbak Yuli sudah di bawah. ayah lalu membalikkan badan dan lagi-lagi mulai menghisap bibir mbak Yuli, tangan ayah yang tadinya bergerilya kemana-mana akhirnya menghentikan pencariaanya di vagina mbak Yuli, di pegangnya paha mbak Yuli selebar mungkin, sehingga vagina mbak Yuli semakin terlihat merah merekah. Ayah lalu menunggangi mbak Yuli, nampak tangan mbak Yuli memegang penis ayah dan mengarahkan menuju vaginanya. Aku melihat beberapa kali penis ayah tergelincir keluar namun tangan mbak Yuli segera membenarkan posisinya. “blesss..” akhirnya masuk juga penis ayah, dan gilanya, aku bisa melihat bagaimana vagina montok mbak Yuli mencengkeram erat penis ayah. penis itu masuk dengan gagahnya. Ayah mulai mendesah

“Yulii..Yul..rasanya enak bangeet, Yul… peret..” sembari dengan perlahan pantat ayah memompa pantat mbak Yuli sehingga penisnya bisa keluar masuk dengan nikmat.

“Om… Ampun….Om… Enak bangeet om..Yuliii..gak tahan..” entah kenapa ketika mbak Yuli mendesah, ia tampak semakin erat memeluk tubuh ayah dan tubuhnya bergetar-getar seperti kita saat menahan pipis. Goyangan ayah pun semakin dipercepat dan semakin ganas. Aku melihat penis ayah di penuhi buih-buih putih yang mungkin keluar dari vagina mbak Yuli. Vagina mbak Yuli pun memerah dan semakin terlihat indah. Kini ayah melepaskan pelukannya dari mbak Yuli. Dan dengan kondisi tetap menancapnya penis di vagina mbak Yuli, tubuh itu diangkat dan dihimpitkan di tubuh tersebut ditembok. Ayah semakin semangat mengoyang pantatnya maju mundur, sedangkan mbak Yuli hanya mendesah dan kadang-kadang menatap sayu ayah.

“Om…mau keluar nih… Om keluarin di dalam ya…” tanpa menunggu mbak Yuli menjawab, ayah semakin memasukan penisnya ke vagina mbak Yuli dengan frekuensi yang sangat cepat, suara gesekan antara keduanya yang tadi terdengar berirama kini mulai tak karuan.

“Jaaa..jaa..jangaan, Om…nanti Yuli…….” suara desahan mbak Yuli belum berakhir tapi ayah sudah menghentikan pompaannya dititik terdalam penisnya hingga mampu menjangkau ujung vagina mbak Yuli

“Om puas banget nih..”

Dilepaskan pelukan ayah dan mbak Yuli lalu langsung terhuyung lemas di kasur. Segera ayah membereskan dirinya, diambil tisu basah yang sudah disiapkan dan membersihkan penisnya, lalu ayah kembali mengenakan pakaian, sedangkan mbak Yuli hanya pasrah di sudut kasur, dia menatap kosong. Nafasnya tersengal-sengal, aku melihat vagina mbak Yuli mengeluarkan cairan putih, mungkin itu sperma ayah yang dengan sadisnya disemprotkan di dalam sana.

“Yuli sayang makasih yah… jangan kuatir kayak gini cukuplah buat lo tinggal sampai semester depan…”

Mbak Yuli hanya menatap kosong. masih dalam kondisi telanjang dia merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ayah pun selesai berpakaian dan kini dia berpamitan kepada mbak Yuli. Sekarang aku mulai sadar, bagaimana aku. Apa yang harus aku lakukan, tidak mungkin aku terus bersembunyi di dalam lemari mbak Yuli. Lambat laun pun mbak Yuli pasti akan membuka lemari ini. Demikian akhir Cerita Seks Ayahku dengan Penghuni Kostnya ini, semua berakhir dengan kepuasan.

–Tamat–