Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan ini bercerita tentang seorang anak SMA yang dipaksa mengikuti les privat oleh orang tuanya, bukannya belajar mereka malah melakukan hal lain. Bagaimana kelanjutan ceritanya, silahkan disimak cerita ini.

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

otakmesum.online – Namaku Feri, saat ini berusia 16 tahun dan aku duduk di kelas 2 SMA. Bisa dikatakan aku ini seorang anak sekolah yang malas belajar, dan memiliki sifat nakal seperti anak-anak ABG pada umumnya. Aku jenuh terus menerus disuruh belajar oleh orang tuaku, baik di sekolah maupun dirumah.

Mereka tidak pernah bosan untuk mengingatkanku belajar, berbagai cara mereka lakukan hingga akhirnya pada suatu hari saat pulang sekolah, ada seorang wanita muda yang sedang berbincang dengan orang tuaku.

Entah apa yang mereka bicarakan, namun yang ada dipikiranku hanyanya bergegas ganti pakaian dan segera keluar dari rumah agar tidak disuruh belajar oleh mereka. Saat melewati Ibuku yang sedang berada di ruang tamu, aku dipanggil dan diperkenalkan kepada wanita yang sedang berbincang dengannya, ternyata dia merupakan seorang guru privat.

Kepalaku langsung sakit rasanya setelah mendengar ucapan ibuku itu. Namanya Caca, usianya masih dibawah 30 tahun menurutku, wajahnya lumayan juga tergolong cantik, senyumnya manis sekali saat kami berkenalan. Seketika membuatku jadi bersemangat untuk duduk dan berkenalan dengannya, niat pergiku hilang seketika.

Semangat belajar pun langsung muncul. Karena orang tuaku sering keluar kota untuk urusan bisnis mereka, otomatis aku akan sering ditinggal berdua dengan Caca. Otak mesumku pun mulai melayang kemana-mana.

**

Singkat cerita, aku pun mulai diajar oleh Caca setiap hari Senin, Rabu dan Kamis. Seminggu 3x pertemuan dengannya, namun itu cukup membuatku akrab dengannya. Saking akrabnya, kami sudha seperti teman sebaya. bahkan kadang jika sudah lelah belajar kami sering tertidur bersama. Tidak ada perasaan risih dari Caca saat ia tertidur dekatku.

Pernah suatu ketika saat Caca sedang berganti pakaian di toilet yang terdapat di kamarku. Entah sengaja atau tidak, pintunya ternyata tidak tertutup rapat, sehingga nampak di depan mataku tubuh Caca yang setengah telanjang dan bahkan aku sempat melihat dirinya dalam keadaan telanjang setelah mandi beberapa hari berikutnya.

Semenjak ada guru privatku ini, aku jadi betah dirumah dan rajin belajar. Karena sering melihat Caca mandi, aku jadi hafal kebiasaannya saat masuk kamar mandi. Seringnya melihat Caca dalam kondisi tidak berpakaian membuatku menghayal menikmati tubuhnya.

Hingga suatu hari aku melihat Caca sedang rebahan di sofa kamarku tanpa mengenakan pakaian. Dalam kondisi mata terpejam tangannya meraba-raba tubuhnya sendiri, sesekali terdengar suara desah dan rintihan kecil keluar dari mulutnya.

Ada perasaan kaget yang bercampur senang karena dapat melihat adegan ini secara langsung. Tidak terasa penisku mulai bereaksi, tegang di balik celanaku. Di sinilah awal mula Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan ini terjadi.

Lama-lama tubuh Caca menggeliat-geliat dan terdengar desahannya semakin mengeras. Tanganku mulai memegang dan meremas penisku sendiri yang sudah tegang daritadi, hingga akhirnya aku mencapai orgasme. Tak terbayang olehku sebelumnya, aku bisa onani sambil melihat guru privatku yang sedang bermasturbasi.

**

Siang itu begitu pulang sekolah aku cepat-cepat pulang ke rumah dan rebahan dikamar. Beberapa jam kemudian Caca datang untuk melakukan mengajari aku. Hari itu Caca berpenampilan cukup seksi, setelah mempersilahkannya untuk masuk, aku kembali rebahan di ranjang. Tanpa kusangka, Caca juga ikut rebahan di sampingku.

Karena malu, aku pun segera bangun dan berpura-pura ke dapur. Saat sedang di dapur, terlintas dalam pikiranku gambaran tubuh Caca yang kemarin kulihat sedang melakukan masturbasi, membuatku terangsang dan penisku mulai tegang. Dalam kondisi masih terangsang, aku kembali ke kamar, ternyata Caca sedang melakukan hal itu lagi.

Ya, Caca sedang masturbasi lagi di ranjangku. Setelah beberapa saat mengintip aktivitasnya, akhirnya kuberanikan diri untuk mendekati Caca yang sedang tiduran sambil memejamkan mata, sehingga ia tidak menyadari kehadiranku.

Tanganku membelai pahanya perlahan-lahan, dan ternyata Caca tidak bereaksi apa-apa dan hanya diam menikmati belaianku. Mungkin dia memang sudah menginginkan hal ini dari kemarin-kemarin. Tubuh seksi Caca terus kegerayangi dan payudaranya kuremas-remas dengan lembut.

Berbekal pengetahuan yang kudapat dari adegan film porno, mulai kupraktekkan satu persatu dimulai dengan mengemut dan menghisap puting susunya. Meremas-remas payudaranya dan menggerayangi seluruh tubuhnya.

“Kok kamu telanjang, Fer?” tanya Caca setelah membuka matanya dan menyadari aku saat itu sudah telanjang bulat.
“Maaf Tante, Feri sudah tidak kuat melihat tante yang seksi begitu..”
“Mulai nakal ya kamu..” kata Tante menegurku, namun tangannya memelukku.
“Kebetulan tante juga sudah lama tidak dipeluk.”

Tanpa memberiku peringatan, tiba-tiba Caca mencium bibir dan bermain dengan lidahku. Instingku sebagai seorang lelaki mulai bereaksi, kubalas ciumannya itu dan aku pun ikut bermain dengan lidahkan dan kami saling bercumbu lidah dengan nikmatnya. Hingga Caca mulai memainkan lidahnya disekujur tubuhku.

“Kamu kan sudah dewasa, Fer. Jadi tidak apa-apa ya kalau Tante perlakukan seperti ini.” Katanya disela-sela jilatannya di tubuhku.
“Itu kamu juga sudah mulai keras tuh,” lanjutnya lagi.

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenangkan

Aku hanya diam saja dan menikmati permainan Caca. Memang Caca lebih mendominasi aktivitas kami saat itu, penisku dijilati olehnya. Hal itu membuatku tak mampu menahan rasa geli yang disebabkannya. Pelan-pelan penisku mulai dikulum olehnya, rasanya benar-benar nikmat dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Caca lalu mulai rebahan sambil mengangkang dan menarik tubuhku agar menindihnya.

Caca kemudian memegang penisku, mengocok sebentar dan mengarahkan ke selangkangannya. Aku hanya diam saja menuruti bimbingannya. Terasa punyaku sepertinya masuk ke dalam vagina Caca, tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Caca menarik bokongku dan sedikit menekan.

Terasa sekali saat itu penisku sudah masuk ke dalam vagina Caca. Pergesekan itu membuat merinding dan keenakan. Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan lebih lanjut. Caca pun ikut menggoyangkan pinggulnya.

Caca yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda betina yang binal di atas pinggulnya. Tiba-tiba Caca berteriak kencang sambil memelukku erat-erat,

“Feri… Tante enak Fer…” teriak Caca.
“Tante.. Feri juga enak nih….”
“Mau keluar juga….”

Aku merasakan sensasi dan fantasi yang lebih gila dari sekedar menonton Caca kemarin-kemarin. Aku lemas dan menjatuhkan tubuhku di tubuh Caca. Hingga akhirnya kami tertidur dalam posisi itu. Aku baru bangun ketika Caca mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya.

Caca kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Aku pun menyusul dalam keadaan telanjang. Kuraba penisku, dan lengket sekali , aku juga pengen mencucinya. Aku melihat Caca lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar seperti biasa.

Tak terasa penisku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi penisku yang menunjuk, aku segera berjalan ke kamar mandi menghampiri Caca.

“Tante , mau lagi dong kayak tadi, eeenaaaaak……” kini aku yang meminta.

Caca memnandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamipun melanjutkan kejadian seperti di kamar. Kali ini Caca berjongkok sedikit lalu punyaku yang dari tadi mengacung aku masukkan ke vaginanya yang memerah dan sedikit pliket.

Kudorong keluar masuk seperti tadi. Caca membantu dengan menyorongkan bokongku dalam-dalam. Tak berapa lama Caca mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat masuk kedalam di vagina Caca. Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit dan di remas-remas.

Caca lalu menciumku dan baru kusadari kalau badanku ternyata sama tinggi dengan guru privatku ini. Dalam posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika cairan kental dari penisku yang kembali menyembur sementara Tante mengerang dan mengejang sambil memelukku erat.

Kami sama–sama lemas dan setelah kejadian hari itu, aku selalu melakukan persetubuhan dengan Caca. Hampir setiap hari sepulang sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun orang tuaku pergi ke luar sebentar.

Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo orang tuaku pergi. Kehadiran orangtuaku di rumah seperti siksaan buatku karena aku tidak bisa melampiaskan nafsu seks terhadap Caca.

Banyak pelajaran yang diberikan oleh Caca, mulai dari cara menjilat vagina yang dapat dinikmati, cara mengisap payudara, cara menggenjot dan memompa yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperlakukan wanita dengan baik saat diranjang.

Aku sadar kalau aku menjadi hebat karena Caca. Sekitar 6 bulan lebih aku menjadi pemuas Caca. Aku bahkan jatuh cinta dengannya dan tidak sekalipun aku berpisah dengan Caca, kecuali saat aku sedang bersekolah. Di kelas pun aku selalu memikirkannya, rasanya ingin cepet pulang dan mengikuti bimbingan belajar.

Aku jadi tidak pernah bergaul lagi sama temen-temen. Sebagai cowok yang lumayan tampan, banyak temen wanita yang suka mengajak aku jalan tapi aku tidak tertarik.

Aku selalu teringat Caca yang justru aku akan tertarik kalo melihat Bu Guru Ratna yang umurnya sama dengan Caca.

Aku tertarik juga saat melihat Bu Monica tetanggaku yang merupakan teman dari Caca juga. Tapi percintaan dengan Caca hanya berlangsung selama 6 bulan saja.

Caca dipecat oleh orang tuaku, karena tidak senang dengan perilakunya. Orang tuaku merasa tidak puas dengan pelayanan bimbingan belajar yang dilakukannya kepadaku. Padahal aku begitu puas dan sangat menikmatinya dengan bimbingan belajarnya.

Aku sangat berdosa dan bersalah , kenapa aku tidak mempertahankannya dan mengadu sama orang tuaku untuk tetap menjadikannya guru privatku.

Orang tuaku tahu kalau hubunganku dengan Caca cukup dekat.  Tapi semua apa yang diberikan Caca, kasih sayang, cinta dan pelajaran seksnya sangat membekas di pikiranku. Sampai saat ini aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Caca.

Aku sangat mendambakan wanita seumur Caca, secantik, sebaik dan hebat di ranjang seperti Caca. Akhirnya aku menyadari Cerita Mesum Guru Privat Yang Menyenagkan ini merupakan awal kesukaanku terhadap wanita yang lebih tua.

Tamat

Baca Juga :  Cerita Mesum Main Sama Janda Kembang Montok