Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku

Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku

Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku

otakmesum.online – Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku ini adalah pengalaman yang kualami 1 tahun yang lalu. Aku kuliah di salah satu kampus ternama di Malang, dan mempunyai seorang teman yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namanya Caca, penampilannya terbilang menarik karena ia memiliki bentuk tubuh yang terjaga. Aku memang sudah mengenalnya lama, karena kebetulan kami satu sekolah namun aku kakak kelasnya.

Kami sering pergi jalan-jalan bersama, baik itu sekedar makan maupun nonton di bioskop. Tidak ada perasaan canggung, bisa dibilang sudah seperti orang pacaran. Nah, pada suatu hari kami pergi nonton di sinilah awal cerita dewasa terbaru perawan pacarku ini bermula, Semua berjalan biasa saja, setelah tiba di mall aku pun membeli tiket dan cemilan untuk kami berdua.

Saat itu memang kami memilih menonton film drama romantis. Mungkin karena terbawa suasana film, aku menggenggam tangannya, respon awalnya dia nampak risih. Dia sempat menegurku.

“Ngapain pake pegang-pegang tangan segala..”
“Dingin, Ca..” alasanku.

Lama-lama ia biasa saja, malah ia meletakkan tangan kami yang bergandengan itu di atas pahanya yang saat itu sedang mengenakan rok. Sontak saja otakku semakin tak karuan, aku jadi berpikiran jorok karena tanganku berada di atas pahanya yang mulus dan halus. Karena sudah tidak tahan, aku beranikan diri untuk mengelus-elus paha Caca.

Tiba-tiba Caca mendekatkan kepalanya ke telingaku sembaring membisikiku.

“Pelan-pelan ya, jangan kasar…”

Rupanya Caca terangsang dengan sentuhan tanganku di pahanya. Dari situlah tanganku yang tadinya hanya mengelus berubah menjadi pijatan-pijatan halus, kuraba-raba pahanya dengan penuh perasaan paha luar, paha dalam, terkadang naik hingga ke pangkal pahanya mendekati kemaluan Caca.

Caca yang tadinya duduk agak rapat, mulai membuka pahanya sehingga tanganku semakin leluasa bermain di sana. Sesekali terdengar desahannya saat tanganku mendekati kemaluannya.

“Aaaaahh…” halus sekali suaranya membuatku semakin bernafsu. Aku pun mencium bibirnya, 30 menit lamanya kami saling bercumbu di dalam bioskop sebelum akhirnya aku menghentikan semua kegiatan mesum kami dan kembali menonton film yang sedang diputar.

Setelah film selesai, aku pun mengantarkan Caca pulang. Saat dalam perjalanan pulang Caca sempat bertanya.

“Tadi pas di bioskop kok kamu begitu?”

Mendengar pertanyaannya, aku melambatkan laju mobil dan kupinggirkan sebentar. Setelah mobil berhenti barulah kujawab pertanyaannya.

“Aku sayang sama kamu, Ca….” kataku sambil menatap matanya.

Ia hanya diam saja tak merespon apa pun, lalu kupegang dagunya dan kudekatkan bibirku ke bibirnya. Adegan cerita dewasa terbaru perawan pacarku ini pun berlanjut sedikit, kami berciuman mesra selama beberapa menit. Setelah kami merasa cukup, kuakhiri ciuman kami itu dan kukecup keningnya dan kulanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya. Sebelum turun dari mobil dia mengecup pipiku seraya berkata.

“Makasih yaaa..”
“Iya, makasih ya buat hari ini. Aku sayang kamu, selamat beristirahat ya. Good night..”
“Night, Honey..”

Esok harinya aku mampir lagi ke rumahnya. Rumah Caca memang sepi, karena anggota keluarnya semua sibuk, kebetulan memang hari itu masih hari kerja, namun Caca tidak sekolah karena sedang class meeting jadi tidak diharuskan masuk kecuali yang memiliki nilai jelek untuk remedial.

Begitu tiba di rumahnya, ia mengajakku ke kamarnya untuk menunggu dia mandi. Kebetulan dia memiliki kamar mandi yang terletak di kamarnya. Sambil menunggunya mandi, pikiranku melayang-layang mengingat apa yang kami lakukan tadi malam sehingga membuatku bernafsu dan mulai memikirkan bagaimana cara supaya bisa melampiaskan nafsuku ini. Saat sedang asyik mengkhayalkan adegan-adegan yang bakal terjadi dalam cerita dewasa terbaru perawan pacarku ini nantinya, tiba-tiba terdengar dari dalam kamar mandi.

“Yank, tolong ambilin handuk donk di jemuran belakang.”
“Oke yank…”

Aku pun menuju ke tempat yang ia maksud dan mengambil handuk, namun bukannya kuberikan malah handuknya kuletakkan di ranjangnya. Kemudian aku berteriak.

“Yank, handuknya di ranjang ya. Aku tungguin kamu di ruang tamu aja..”

Setelah berteriak, bukannya keluar kamar aku malah bersembunyi di tembok sebelah pintu kamar mandinya. Dan benar saja, Caca keluar tanpa mengenakan apa-apa, kemudian kupeluk dirinya dari belakang dia kaget dan reflek segera mengambil dan menutupi badannya dengan handuk yang ada di ranjangnya tadi.

“Nakal ya kamu….”

Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku

Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku

Aku hanya diam, berjalan menghampirinya lalu kucium bibirnya. Bibir kami saling mengecup bergantian, lidah kami pun saling berbelit. Caca melingkarkan tangannya dibelakang kepalaku, bersamaan dengan itu handuk yang ia kenakan pun lepas sehingga dirinya kini dalam keadaan telanjang bulat. Nampak jelas payudaranya yang mulus tak terbalut apa pun, aku pun tak diam saja kuraih ke dua payudara itu dan kuraba dengan penuh perasaan sambil sesekali kumainkan putingnya.

“Aku sayang kamu” kubisikkan kalimat itu ke telinganya sebelum kulanjutkan kembali ciuman kami.

Tak lama kemudian kulepas ciuman dari bibirnya dan mengarahkannya ke payudara Caca sambil tanganku meremas payudaranya yang satu lagi.

“Aaahh.. Yank…” terdengar desahan lembut keluar dari mulut Caca.

Kuarahkan ciumanku semakin ke bawah hingga ke perut, terus turun ke bawah hingga ke paha nya, pelan-pelan kubuka pahanya hingga nampak jelas vaginanya yang masih rapat dihiasi dengan bulu-bulu halus. Kusambar pahanya dengan penuh nafsu dan kujilati kiri kanan bergantian. Caca terus mendesah dan sesekali menggeliat.

“Aaaahhhh.. Aaaahhhh… Geli yank…”

Setelah puas bermain dengan pahanya, kini targetku adalah vaginanya. Kumekarkan bibir vaginanya, dan kusapu vaginanya dari bawah hingga ke atas.

“Yaaaannkk.. Aaaaaahhh..” Suara desahan Caca kini terdengar semakin jelas dan makin keras.

Badannya goyang-goyang tak bisa diam saat kujilati vaginanya. Begitu klitorisnya kumainkan dengan mulut dan bibirku, Caca semakin tidak karuan, pinggulnya kini bergerak naik turun. Tiba-tiba Caca mengejang dan menjepit kepalaku dengan pahanya.

“Aaaaahhh… yaaankk.. enaak bangeeet… Aaaaahhhhh…”

Caca mengejang dan menggeliat-geliat, tangannya meraih kepalaku sambil pinggulnya bergerak naik turun semakin sering. Sesekali ada hentakan pada tubuh Caca, kemudian keluar cairan hangat dari dalam vaginanya, Caca pun mencapai klimaks dan orgasme.

Setelah memberinya waktu sebentar untuk istirahat dan menikmati orgasmenya, aku mulai bangun dan mengarahkan penisku ke vaginanya.

“Aku masukin ya Yank….”
“Pelan-pelan ya.. Aku masih perawan..”

Kumasukkan perlahan-lahan penisku ke vaginanya setelah beberapa saat kugesek-gesekkan di klitorisnya, sedikit demi sedikit mulai masuk.

“Aaaahhh.. sakiiitt yannk..” terdengar erangan Caca
“Tahan yaaa, nanti juga enak..”

Caca hanya mengangguk mendengar ucapanku. Penisku mulai masuk ke vaginanya yang masih sempit, ketat sekali jepitan vagina Caca membuatku tak bisa langsung memasukkan semua panjang penisku ke dalam. Keluar masuk, keluar masuk sedikit demi sedikit hingga akhirnya semua penisku berhasil tenggelam di dalam vaginanya. Tak kuhiraukan lagi desahan Caca yang terdengar tak karuan.

Setelah semuanya masuk, aku tak langsung melancarkan aksi utama dari cerita dewasa terbaru perawan pacarku ini, kucium bibirnya dan kuremas-remas payudara Caca. Kubiarkan penisku di dalam vaginanya untuk sementara waktu.

Pelan-pelan mulai kugerakkan pinggulku ke belakang sehingga penisku bergerak keluar menggesek vaginanya, Caca kembali mendesah dalam ciumannya denganku.

“hmmmmm… ehhhmmmm” erangan Caca terdengar pelan.

Melihat Caca seperti itu aku benar-benar tak bisa lagi menahan nafsuku, kulepas ciumanku darinya lalu mulai kugoyang pinggulku maju mundur dari yang tadinya pelan-pelan hingga semakin cepat. Sesekali kuhentakkan sedalam mungkin ke dalam vagina Caca, membuat caca pun mendesah semakin keras.

Tubuhnya sesekali menggelinjang dan pinggulnya terkadang bergoyang naik turun mengikuti irama pinggulku. Setelah setengah jam kami bertempur dan beradu desahan. Akhirnya aku pun mencapai klimaks.

“Aaaahhh.. Aaaaahhhhh.. Aaaahhh.. Aku mau keluar yaank…”
“aaahhh..oooohh…Ooohhhh.. enak yank, di dalem aja, jangan dilepas yaaannkk..” Pinta Caca.

Akhirnya, Croooot,.. crooot..croooot..croot… terasa penisku menyemburkan sperma beberapa kali di dalam vagina Caca. Hangat sekali rasanya vagina perawan ini, cairan kewanitaannya bercampur dengan spermaku. Sungguh kehangatan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Aku memeluk Caca yang terlihat lemas dan memejamkan mata, kucium bibirnya dengan penuh kasih sayang, ia membalas dengan lembut ciumanku. Ciuman yang berdasarkan kasih sayang dengan lembut kami berdua lakukan. Hingga akhirnya kurasa cukup, aku pun mengambil handuk yang terletak di atas kepalanya dan memberikan kepada Caca untuk diletakkan di vaginanya agar spermaku tidak berantakan di atas ranjangnya.

Aku rebahan disamping Caca, tak lama kemudian nampak Caca sudah terlelap karena sudah kelelahan. Aku pun menyusul, tertidur di sebelahnya.

–Tamat–

Demikian akhir Cerita Dewasa Terbaru Perawan Pacarku ini, semoga kalian suka membaca cerita ini. Terima Kasih.