Situs QQ Online Terpercaya Daftar Dan Rasakan Mudahnya Menang. Buktikan Sekarang

Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

otakmesum.online – Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan ini merupakan pengalaman yang terjadi saat liburan usai UN kemarin. Aku bosan jika libur panjang hanya dihabiskan dirumah saja. Maka kuputuskan untuk mengunjungi rumah saudaraku di Malang. Keputusanku untuk liburan ke Malang ternyata tepat. disana aku bertemu mantan pacarku saat SMP, namanya Tika.

Aku memang anak pindahan. Aku dan Tika berpisah saat aku harus pindah sekolah. Rumahnya tidak jauh dari rumah saudaraku. Anaknya tinggi, putih, cantik, dan tentu saja seksi. Saat ini dia juga sedang menantikan hasil kelulusan sama sepertiku.

Pagi itu aku bertemu dengannya saat lari pagi. Kami pun berbincang cukup lama dan bertukar kontak. Siangnya hp ku berbunyi saat ku cek ternyata ada chat dari Tika.

“Ntar malem ke rumahku bisa gak ? aku takut dirumah sendirian. kakak ku harus menginap di rumah temennya karena ada tugas kampus” . Tika memang hanya tinggal bersama kakak perempuannya.

Ayahnya saat ini bekerja di luar kota dan jarang pulang. Sementara ibunya memang sudah meninggal sejak ia masih kecil. Malam itu aku ke rumahnya jam 10 lewat, sengaja agak malam agar tidak ada orang yang melihat. Sampai dirumahnya aku langsung disambut dengan pelukan hangat Tika.

“Aku sudah bersiap membunuhmu jika kamu tidak datang malam ini.”
“Aku pasti datang sayang..”

Setelah mengunci pintu Tika langsung menarik tubuhku ke sofa. Posisiku kini menindih tubuh seksi Tika. Di sinilah Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan dimulai.

“3 tahun tidak bertemu. aku kangen kecupan hangatmu sayang..”; kata Tika kemudian. Akupun langsung mendaratkan ciuman ke bibir seksinya. Tika membalas ciumanku. Bibir kami pun berpagutan cukup lama. Saling menghisap dan kulanjutkan dengan menjilat seluruh bagian leher mulus Tika.

“uuuhhh.. terus beb..”

Aku pun berbisik ditelinganya,

“jadilah istriku malam ini saja..” Tika hanya tersenyum.

“Pindah ke kamar yuk, beb..” Tika pun mengajakku masuk kamar.

Saat itu waktu menunjukkan pukul setengah 11 malam. Kami pun melanjutkan aktifitas yang tadi sempat terhenti. kurab- raba paha mulusnya. Saat itu dia memang hanya memakai celana pendek ketat. Kali ini kami bertukar posisi. Tika berada diatasku.

“Aku rindu cumbuan lelaki, Beb.. puaskan aku malam ini ya..” pintanya manja.

Aku meremas pantatnya yang sintal dan kembali membalik posisi. Aku meraba payudaranya yang indah. Kaos putih ketat yang ia kenakan tidak mampu menyembunyikan kemontokan payudara itu. Sepertinya dia tidak memakai bra.

“mmmm.. payudara yang indah, terakhir kali aku pegang tidak sebesar ini. pasti sekarang sering diremas cowok kamu ya..” Tika hanya menggeleng.

“Nggak beb.. aku gak punya cowok… makanya aku kesepian.. aku sering meremasnya sendiri..”

Dalam hati aku tidak percaya, mana mungkin gadis seksi seperti Tika tidak punya cowok, tapi masa bodo, toh malam ini kami hanya ingin memuaskan hasrat bersama, bukan ingin menjadi pacarnya. Akupun terus meremas payudara Tika dengan lembut. Tika hanya pasrah sambil sesekali memejamkan mata.

“Ooouuhh..terus beb.. udah gak tahan nih..” rancau Tika tak terkendali.

Setelah sepuluh menit kegiatan itu berlangsung, kemudian aku melepas kaos dan celana ketatnya. Benar saja, dia tidak memakai bra. Kini dia hanya memakai celana dalam yang berwarna putih. Akupun membuka kaos dan celanaku. Penisku kini hanya ditutupi celana dalam. Tangan kiriku masuk ke celana dalamnya dan mulai memainkan vaginanya.

Sementara tangan kananku asyik meremas payudara Tika kiri dan kanan bergantian.

“uuucchh beb.. aku mau keluarrr.. arrgghh..” akhirnya Tika orgasme untuk pertama kalinya dari permainan jariku. Aku mencium keningnya.

“Lanjut lagikan?” Tika hanya mengangguk.

Nampaknya dia benar benar pasrah dengan keadaan sekarang. Aku mencoba membuatnya bangkit lagi. Aku melumat bibir seksinya, awalnya dia tidak merespon. tapi akhirnya dia membalasn nafsunya kembali dengan cepat, dia hanya terpejam ketika aku membisikkan.

“Akan kubawa dirimu menuju langit ketujuh.”

Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan

Setelah berkata demikian aku melucuti celana dalamnya dan celana dalamku. Kali ini kami benar benar telanjang bulat. Kami bertatapan cukup lama. Entah kenapa rasanya berdebar debar sekali. Akupun langsung menindih, meremas payudara Tika sambil melumat bibirnya. Setelah melakukannya cukup lama penisku sangat mengeras seakan ingin cepat masuk ke liang vagina milik Tika. Akupun berhenti sejenak dan berkata,

“sudah siap kan say?”
“sudah beb. pelan-pelan ya.. aku masih perawan,” kata Tika sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku mulai memasukkan penisku pelan pelan. Tika hanya memejamkan mata.

“uuugghhhhh..” Tika tampak kesakitan ketika aku memaksa penisku masuk.

Benar benar masih perawan memang, sangat sempit.

“Tahan sayang.. Aaahhhh…”

Akhirnya penisku masuk seutuhnya, bersamaan dengan itu, darah perawan Tika mengalir keluar. Keringat bercucuran dari tubuh kami.

Aku memeluk Tika erat sekali. Namun kemesraan kami dikejutkan dengan pintu kamar yang terbuka tiba tiba. Ternyata kakak Tika pulang. Aku dan Tika benar benar panik.

“Loh, kak Nina kok gak bilang kalo mau pulang?”, tanya Tika panik.

Nina hanya tersenyum.

“Kamu kenapa juga gak bilang kalo malam ini bakal ada pesta ranjang. mau egois ya.”,jawab Nina.

Aku dan Tika hanya terdiam. “gantian dong Tik, sana keluar”, kata Nina kemudian. Tika tampak agak lega dengan perkataan kakak nya. Dipikir nya kakak nya bakal marah. Ternyata tidak, sehingga Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan ini bisa berlanjut. Tika lalu mengambil pakaiannya lalu keluar. sebelum menutup pintu kembali, dia sempat bilang.

“Puasin kakak ku juga yah” sambil mengerlingkan mata kiri nya.

Kini gantian aku dan Nina yang di dalam kamar. Nina mendekatkan wajah nya padaku. Kami bertatap tatapan sangat lama. Tatapan penuh nafsu .Perlahan Nina membuka mulutnya dan menjulurkan lidah nya.

Aku pun merespon cepat dengan memagut bibir nya. Kami bertukar ludah cukup lama . penisku pun mengeras kembali. Nina yang sempat menyaksikan itu tersenyum.

“Pantesan adikku tergila gila sama kamu. gede juga yah. semoga permainan mu tidak mengecewakan” ujar nya.

Aku langsung melucuti kaos ketat dan celana pendeknya, ternyata daritadi Nina tidak pakai bra . Kini dia hanya memakai celana dalam berwarna hitam saja. Seperti yang kiakukan pada Tika, aku menyelipkan jariku ke dalam celana dalamnya. Mencoba mencari klitorisnya. Nina hanya memejamkan mata mengikuti permainanku. Aku kembali memagut bibirnya, terasa vagina Nina mulai basah. Namun saat aku mencoba memainkan jariku lebih lama, Nina menahannya.

“Langsung aja masukkin punyamu..” Sebenarnya ini bukan gayaku, terlalu terburu-buru tapi karena ini permintaan permaisuriku, aku tidak bisa menolak nya. Nina melepas sendiri celana dalam yang menutupi liang kewanitaannya.

Kini kami telanjang bulat. Nina berinisiatif mengambil posisi woman on top. Aku hanya menurutinya saja. Dia sendiri yang mengarahkan penisku masuk ke vaginanya.

“Pelan pelan darling, aku juga masih perawan..” Kata Nina kemudian. Beruntungnya aku malam ini, mendapat keperawanan kakak beradik secara cuma-cuma. Aku meremas payudara sintal milik Nina

“Aaaahh…” desah Nina yang membuatku makin terangsang.

Aku membalik posisinya, kini dia dibawah. Perlahan aku mendorong penisku masuk. Memang sulit prosesnya, karena Nina benar benar masih perawan. Setelah semua nya masuk, Nina sempat tersenyum.

“Jadi begini ya rasanya penis masuk ke dalam vagina” kata Nina sambil tetawa. Aku hanya tersenyum sambil terus menggenjot tubuh nya.

Nina menggelinjang hebat tanda akan segera orgasme.

“tahan sayang, kita orgasme sama sama” kataku.
“ooocchhhh… aku sudah tidak tahan lagi..”
“Aaaaahhhh..” akhir nya kami orgasme bersamaan.

Aku mengecup kening nya dengan mesra.
“bagaimana permainanku tadi?” tanya ku.
“hmm… luar biasa…” jawab Nina sambil mencium pipiku.
“Mau lagi?” ajakku.
“Capek sayang.. lain kali yahh..” kata Nina.

Aku jelas tak mungkin memaksa nya.
“yaudah mandi bareng yuk..” ajakku.
Nina hanya mengangguk.

Kami pun berjalan ke kamar mandi melewati ruang tamu. Ternyata Tika sudah terlelap di sofa. Aku dan Nina hanya tersenyum.

–Tamat–

Selesai sudah Cerita Dewasa Adik Kakak Sama-Sama Perawan ini, semoga para pembaca menyukai cerita dewasa ini. Terima Kasih.